kakak...gendonglah aku!
lama sudah aku duduk termenung dipantai ini...
melihat ombak bergulung gulung menepi ..
selaksa buih buih memutih menyertai..
dan camarpun beterbangan mengitari...
kakak...
lama sudah aku merindui senja datang..
dan melepasnya bersama tirai malam yang tergerai..
tuk sebuah harapan terkenang
menata puing puing berserakan
kakak..
lama sudah aku menunggu fajar menyapa
ingin kulihat embun yang jatuh ke pasir pantai
dan menyentuh ujung kakiku
membasahi jiwaku…
kakak..
mau kah?...
maukah kau ?
maukah kau menggendongku...
aku ingin pulang..
maukah?
MG, CRM, 1 AGT 2011
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Agustus 2011
SEBUAH TANYA
31 hari di ekor tahun
resah ini mengubur dirinya pada warnamu
gundah tak berkesudahan bertumpu di rasamu
hambar....
kangen ini sudah jauh ranggas...
tiada oase untuk sebutir cinta..
sunyi... pedih... perih... bergantian dan ritmis
berlomba dengan risik hujan rintik-rintik
beku, …aku tak ada lagi tuk mengisi harimu...
lalu, …betapa ku beranikan untuk sebuah tanya
apakah masih sayang itu? masihkah aku pelabuhan kecilmu?
jawabmu, membuat aku kelu
"dulu, tapi sekarang tidak..."
ku katup gigit bibirku menahan tangis..
kuberanikan sebuah tanya lagi..
"apakah ada wanita lain?"
sedikit membuatku lega tapi masih tersimpan tanya
"Tidak ada"
kuberanikan lagi sebuah tanya
o……
"lantas kenapa kau berubah, dan semakin menjauh?"
Jawabmu membuat alur disekujur tanyaku semakin risau
"kita berjalan dikoridor yang salah, aku ingin mendapat ridhoNya,"
kenapa tidak kudengar ucap itu 5 tahun lalu...
kenapa???
MG, HK 04 Agustus 2011
resah ini mengubur dirinya pada warnamu
gundah tak berkesudahan bertumpu di rasamu
hambar....
kangen ini sudah jauh ranggas...
tiada oase untuk sebutir cinta..
sunyi... pedih... perih... bergantian dan ritmis
berlomba dengan risik hujan rintik-rintik
beku, …aku tak ada lagi tuk mengisi harimu...
lalu, …betapa ku beranikan untuk sebuah tanya
apakah masih sayang itu? masihkah aku pelabuhan kecilmu?
jawabmu, membuat aku kelu
"dulu, tapi sekarang tidak..."
ku katup gigit bibirku menahan tangis..
kuberanikan sebuah tanya lagi..
"apakah ada wanita lain?"
sedikit membuatku lega tapi masih tersimpan tanya
"Tidak ada"
kuberanikan lagi sebuah tanya
o……
"lantas kenapa kau berubah, dan semakin menjauh?"
Jawabmu membuat alur disekujur tanyaku semakin risau
"kita berjalan dikoridor yang salah, aku ingin mendapat ridhoNya,"
kenapa tidak kudengar ucap itu 5 tahun lalu...
kenapa???
MG, HK 04 Agustus 2011
MASIH ADA YANG BELUM SELESAI DIANTARA KITA
Mendulang rindu,
diantara kerikil dan debu
menyibak tajamnya karang
tak peduli perih yang ditorehkan
setia mengais-ngais sisa ....
serpihan-serpihan...
butir demi butir walau terlihat basi..
sudahlah, cinta...
lepaskan semua!!!
biarkanlah terbang...jauh....jauuuuhhhhh....
biarkan menghilang bersama badai...
leyap bersama gelap...
hentikanlah, cinta...
sudah tak ada guna..
hanya menambah goresan luka..
walau semua terlihat biasa-biasa saja
tapi jauh dilubuk sana...
aku bisa merasa, apa yang kau rasa...
Tidak!!!!
tak ada yang boleh berlalu..
tak ada yang boleh melenyap...
karena kau tau...
"MASIH ADA YANG BELUM SELESAI DIANTARA KITA"
diantara kerikil dan debu
menyibak tajamnya karang
tak peduli perih yang ditorehkan
setia mengais-ngais sisa ....
serpihan-serpihan...
butir demi butir walau terlihat basi..
sudahlah, cinta...
lepaskan semua!!!
biarkanlah terbang...jauh....jauuuuhhhhh....
biarkan menghilang bersama badai...
leyap bersama gelap...
hentikanlah, cinta...
sudah tak ada guna..
hanya menambah goresan luka..
walau semua terlihat biasa-biasa saja
tapi jauh dilubuk sana...
aku bisa merasa, apa yang kau rasa...
Tidak!!!!
tak ada yang boleh berlalu..
tak ada yang boleh melenyap...
karena kau tau...
"MASIH ADA YANG BELUM SELESAI DIANTARA KITA"
DUA WANITA
Persembahan untuk bunda, sahabat, teman sejawatku yang akan pensiun bulan ini...
MG, CRM 25 Juli 2011
Kau bawel...
Tapi tak rewel...
Bicaramu menggema...
Seluruh ruang menggema...
Bibir tipis mungilmu...
Lincah berceloteh apa saja...
Berbagi ceria mengundang rasa..
Tanpa lelah, bagai tak pernah ada lara terucap disana...
Banyak yang rindukan kalau kau tiada..
Candamu memendam rindu sapa didada..
Jadi tanya kala bibir itu diam tak bersuara...
Adakah yang hilang tak beserta?
Kau diam,....
Tenang bagai pualam..
Wajah dan kerut tuamu penuh kedewasaan...
Bibir selalu terkatup, seakan enggan menyapa..
Raut wajahmu merona, kala tertatap awan senja...
Bicara seadanya, namun kadang mampu mengundang gelak tawa..
Kau sederhana tapi tampilannmu penuh makna...
Kini hadirmu diruang ini, hanya menghitung hari...
Pengabdianmu tuntas sudah..
Kau kan kembali..
Kembali kerumah, nikmati masa tua..
Nikmati segala rasa yang tlah ada..
Kita adalah wanita...
Dengan rentang usia yang jauh berbeda...
Kita adalah wanita..
dan tetap punya rasa yang sama.
MG, CRM 25 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)





